Sabtu, 13 November 2010

Belajar Dari Anak-Anak Panti Asuhan (kunjungan pemuda remaja masjid al-mawaddah ke yayasan panti asuhan al-ikhwan)


"ibu tiada, ayah tak punya yang kami punya hanyalah air mata" itulah potongan lirik lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak yang tinggal di panti asuhan Al-Ikhwan pada saat pemuda remaja masjid Al-Mawaddah taas melakukan kunjungan ke yayasan tersebut. lagu yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan yang menggambarkan isi jiwa yang mereka rasakan, dan yang mendengarpun seakan merasakan penderitaan mereka...tak berkutik, terharu itulah yang saya rasakan ketika saya memperhatikan seorang anak yang menyanyikan lagu tersebut dengan mata yang berkaca-kaca,,,saya ingin mengajak taman-taman yang membaca tulisan ini untuk merenung sejenak untuk membayangkan bagaimana yang kita rasakan apabila kita diposisikan sebagai anak yang tinggal di panti asuhan......hmm pasti kalian akan bersyukur dengan keadaan kalian yang sekarang ini yang masih memiliki tempat tinggal dan orang tua...

rumah yang sederhana yang diresmikan 7 tahun yang lalu sebagai yayasan panti asuhan yang beralamatkan kelurahan kombos barat lingkungan III kecamatan singkil kota Manado dengan jumlah anak asuhan sebanyak 60 orang dengan komposisi SMA/K 30 anak dan SD-SMP 30 dengan kriteria yang diasuh anak yatim piatu,yatim,piatu dan anak fakir miskin dengan kondisi atap, lantai dan dinding yang seadanya membuat kami memilih untuk berkunjung dengan tujuan membantu mengurangi beban mereka dengan menyumbangkan beberapa bahan pokok,,,tapi kunjungan kami mendapat kritikan dari beberapa pihak yang mengatakan bahwa "kenapa kalian pergi jauh-jauh untuk menyumbang? kan disekitar kalian masih banyak yang perlu mendapat bantuan?" memang sih disekitar kami masih banyak yang perlu mendapat bantuan, tapi kunjungan kami ke yayasan tersebut bukan semata-mata untuk memberikan bantuan tapi untuk silaturahmi dengan tujuan menanamkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama...

Keceriaan mulai terpancar dari raut wajah anak-anak panti asuhan ketika panitia kunjungan membagikan "snack" (kola kacang ijo) kepada mereka, sambil menikmati "kola" kami berfoto-foto ria bersama, canda tawa telah terjadi diantara kami,,,saya mulai berfikir dan bertanya "bagaimana bisa mereka kelihatan gembira diatas hausnya akan kasih sayang orang tua?",,,tabah, pasti itulah salah satu kekuatan yang dimiliki untuk tetap ceria,,,diam-diam saya iri dan salut kepada mereka dan yang paling membuatku terkesan pada saat 2 bocah yang menunjukkan skill mereka dengan menyebutkan dan menjelaskan pancasila dalam bahasa inggris dan bahasa arab,,,mendengarnya saya menjadi malu jangankan dalam bahasa inggris, dalam bahasa indo saja saya sering keliru dan terbata dan membacakan pancasila,,,

kunjungan ke yayasan rersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi saya dan membuat saya belajar dari anak-anak panti asuhan terutama belajar untuk tabah dan bersyukur...sebenci-benci dan sejeleh-jelek apaun perlakuan yang diberikan orang tua kita,,,kita harus tetap bersyukur karena kita masih memiliki orang tua,,,dan kunjungan sosial yang dilakukan oleh pemuda remaja masjid Al-Mawaddah taas semoga bukan hanya sekedar untuk mencari citra belaka melainkan murni dari jiwa sosial yang ada,,,dan semoga juga kunjungan kita ke Yayasan Al-Ihkwan bukan menjadi kunjungan sosial yang terakhir melainkan menjadikan kunjungan pertama untuk melakukan kunjungan-kunjungan selanjutnya...mari kita bantu kawan-kawan kita lagi walaupun membantu dengan keterbatasan yang kita miliki, karna keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk memberi,,,selama memberi itu dilandasi dengan ikhlas...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar