Senin, 09 Desember 2013

SAYA KEMBALI...

Sudah 3 tahun lamanya saya tidak membuka blog ini, untungnya masi ingat paswordnya,,,kemana saya selama 3 tahun? dan apa yg sya lakukan? pastinya saya tidak "ngojek". sya terbuai oleh suatu pekerjaan. pekerjaan yg belum pernah ada dalam cita-cita saya...

Selasa, 25 Januari 2011

Jangan Salahkan "cap tikus"

Dalam tulisan ini saya tidak menganjurkan kepada pembaca untuk mempercayai tulisan ini, karena tulisan ini merupakan suatu hal yang benar menurut akalku dan ekstra subjektif, jika ada yang percaya berarti pemikiran kita sejalan (gila),,,gak apa-apa kalau kita dianggap gila karena di negeri yang edan ini orang waras sering dianggap "gila"

Jangan bilang orang Manado jika tidak mengetahui apa itu "cap tikus", apalagi dikalangan kaum muda pasti sudah tidak asing lagi bahkan cap tikus sudah menjadi sahabat dalam keadaan sepi, gunda dan dalam keadaan tersakiti,,,cap tikus yang sejatinya merupakan minuman keras yang berasal dari minahasa ini sangat mudah didapati di manado dan di konsumsi banyak orang selain harganya yang terjangkau, produksi dan ditribusinyapun tak ada matinya, karena bagitu eksisnya cap tikus itu di manado, cap tikus sering dituding sebagai biang dari berbagai kejahatan mulai dari kasus pemukulan, pembunuhan, KDRT, pemerkoaan, korupsi,,,hmm korupsi? kayaknya korupsi gak termasuk deh, soalnya korupsi dilakukan dalam keadaan sadar bukan dalam keadaan "mabo",,,baru-baru ini terjadi kecelakaan maut di dekat komlpeksku, yang menelan korban 4 nyawa dan menurut hasil penyidikan sementara dari kepolisian setempat diduga korban dalam keadaan mabuk,,,karena begitu bahayanya cap tikus yang beredar, poltabes manado melakukan program kerja di awal tahun 2011 untuk memberantas cap tikus/miras dan menurut ahli kriminologi cap tikus/miras merupakan salah satu faktor timbulnya suatu kejahatan tertentu...hmm apakah cap tikus harus menjadi kambing hitam dalam barbagai kasus? apakah penjual miras harus bersalah? ataukah tukang "tipar" (penyulin cap tikus) harus bertangung jawab? atau lebih bodohnya lagi, apakah cap tikus harus menjadi terdakwa dan divonis hukuman penjara? tak perlu dijawab, tersenyum saja...

Coba kita sedikit berimajinasi terhadap ilustrasi kecil berikut ini: "seseorang sedang nongkrong ditepi jalan tiba-tiba cap tikus melayang-layang di depan mukanya kemudian masuk kedalam mulut" imposible,,,yup kita memiliki kehendak bebas untuk memilih apakah qt ingin minum atau tidak!!! bukan seperti ilustrasi di atas yang cap tikusnya masuk ke dalam mulut dengan sendirinya, jadi salahkan diri kita bukan salahkan cap tikus!!! cap tikus yang kita beli, kita tuangkan dalam gelas, qt teguk, itu adalah hasil dari niat dan syistem saraf motorik dari otak kita, jadi diri kitalah yang memegang daulat penuh terhadap diri kita untuk meminumnya atau tidak!!! jadi sekali lagi, jangan salahkan cap tikus!!!

Cap tikus rasanya gak enak, gak seperti cokelat atau gak seperti es krim tapi kenapa gak sedikit orang yang mengkonsumsinya? tertekan, stres, memiliki banyak masalah, dan ingin menambahkan kepercayaan diri. itulah alasan dari teman-teman ku yang alcoholik mengapa mereka mengkonsumsinya,,,tapi ada juga teman saya yang tidak memilki alasan mengapa dia mengkonsumsi miras sebab dia telah menjadi korban dari zat adiktif yang terkandung dalam cap tikus, tragis memang, haahahahaha
"klo qt nnt saki hati baru obam,,,mamanucu"
Mari kita berfikir jernih, apakah dengan meminum miras merupakan saru-satunya cara untuk mengurangi tekaan terhadap masalah? jawabannya TIDAK!!! karena cara yang gentel untuk mengatasi masalah adalah dengan menebalkan iman dan bertakwa kepada pencipta kita dengan menyerahkan hidup dan mati hanya kedapaNYA...dan yang memiliki dalil bahwa untuk menambahkan kepercayaan diri harulah mengkonsumsi miras" jawabannya, TIDAK!!! satu-satunya cara yag mujarab yang sering ku lakukan untuk menjadi percaya diri yaitu "Jadilah diri kita endiri"
,,,dan bagi yang sering mabuk karena sakit hati, itu sangat bahaya karena secara medis dapat merusak hati "so saki leh mo tamba saki" so? mari kita benahi diri untuk menyambut masa depan,,,mabuk? itu adalah hak kalian tapi jangan sampai hak kalian itu mencederai hak orang lain, apalagi menyalahkan cap tikus atas tindakan yang dilakukan,,,

Sabtu, 20 November 2010

ungu-sampai kapanpun

ku persembahkan buat seseorang yang selalu di hati ku...

Intro : E


E G#

Semakin ku menyayangimu

A E B

semakin kau menyakiti ku

E G#

Semakin ku mencintaimu

A E

semakin kau menghancurkan ku


G#m C#m

Entah sampai kapan

G#m C#m

kau akan menyadarinya

G#m C#m B

Bahwa hanya diriku

F#m

yang pantas tuk memiliki dirimu

A B A B

yang rela korbankan semuanya untukmu


Chorus :

E G# C#m

Sampai kapanpun kau kan kucintai

B F#m B E B

walau kau tak pernah membalas cintaku padamu

E G# C#m

walau apapun kau kan kusayangi

B F#m G#m A B

setulus hatiku, seumur hidupku kumencintaimu


F#m C#m

Takkan pernah bisa

A E

Melupakanmu walau sekejap saja

F#m C#m

Takkan pernah mampu

A B

Tuk menggantimu dalam sluruh hidupku


Solo : E G# C#m B F#m B E B

E G# C#m B A Am B C#


Chorus - overtone :

F# C# D#m

Sampai kapanpun kau kan kucintai

C# G#m C# F# C#

walau kau tak pernah membalas cintaku padamu

F# A# D#m

walau apapun kau kan kusayangi

C# G#m C# F# C#

setulus hatiku, seumur hidupku woooo..


F# C# D#m

Sampai kapanpun kau kan kucintai

C# G#m C# F# C#

walau kau tak pernah membalas cintaku padamu

F# A# D#m

walau apapun kau kan kusayangi

C# G#m A#m B

setulus hatiku, seumur hidupku

A#m G#m A#m B

setulus hatiku, seumur hidupku

C#

ku mencintaimu


woooo..



Ungu – Sampai Kapanpun Chordlaguindonesia.comLirik dan Chord Lagu Indonesia Gratis. Kunjungi Juga Free Download Mp3 untuk download lagu indonesia terbaru.

Sabtu, 13 November 2010

Belajar Dari Anak-Anak Panti Asuhan (kunjungan pemuda remaja masjid al-mawaddah ke yayasan panti asuhan al-ikhwan)


"ibu tiada, ayah tak punya yang kami punya hanyalah air mata" itulah potongan lirik lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak yang tinggal di panti asuhan Al-Ikhwan pada saat pemuda remaja masjid Al-Mawaddah taas melakukan kunjungan ke yayasan tersebut. lagu yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan yang menggambarkan isi jiwa yang mereka rasakan, dan yang mendengarpun seakan merasakan penderitaan mereka...tak berkutik, terharu itulah yang saya rasakan ketika saya memperhatikan seorang anak yang menyanyikan lagu tersebut dengan mata yang berkaca-kaca,,,saya ingin mengajak taman-taman yang membaca tulisan ini untuk merenung sejenak untuk membayangkan bagaimana yang kita rasakan apabila kita diposisikan sebagai anak yang tinggal di panti asuhan......hmm pasti kalian akan bersyukur dengan keadaan kalian yang sekarang ini yang masih memiliki tempat tinggal dan orang tua...

rumah yang sederhana yang diresmikan 7 tahun yang lalu sebagai yayasan panti asuhan yang beralamatkan kelurahan kombos barat lingkungan III kecamatan singkil kota Manado dengan jumlah anak asuhan sebanyak 60 orang dengan komposisi SMA/K 30 anak dan SD-SMP 30 dengan kriteria yang diasuh anak yatim piatu,yatim,piatu dan anak fakir miskin dengan kondisi atap, lantai dan dinding yang seadanya membuat kami memilih untuk berkunjung dengan tujuan membantu mengurangi beban mereka dengan menyumbangkan beberapa bahan pokok,,,tapi kunjungan kami mendapat kritikan dari beberapa pihak yang mengatakan bahwa "kenapa kalian pergi jauh-jauh untuk menyumbang? kan disekitar kalian masih banyak yang perlu mendapat bantuan?" memang sih disekitar kami masih banyak yang perlu mendapat bantuan, tapi kunjungan kami ke yayasan tersebut bukan semata-mata untuk memberikan bantuan tapi untuk silaturahmi dengan tujuan menanamkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama...

Keceriaan mulai terpancar dari raut wajah anak-anak panti asuhan ketika panitia kunjungan membagikan "snack" (kola kacang ijo) kepada mereka, sambil menikmati "kola" kami berfoto-foto ria bersama, canda tawa telah terjadi diantara kami,,,saya mulai berfikir dan bertanya "bagaimana bisa mereka kelihatan gembira diatas hausnya akan kasih sayang orang tua?",,,tabah, pasti itulah salah satu kekuatan yang dimiliki untuk tetap ceria,,,diam-diam saya iri dan salut kepada mereka dan yang paling membuatku terkesan pada saat 2 bocah yang menunjukkan skill mereka dengan menyebutkan dan menjelaskan pancasila dalam bahasa inggris dan bahasa arab,,,mendengarnya saya menjadi malu jangankan dalam bahasa inggris, dalam bahasa indo saja saya sering keliru dan terbata dan membacakan pancasila,,,

kunjungan ke yayasan rersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi saya dan membuat saya belajar dari anak-anak panti asuhan terutama belajar untuk tabah dan bersyukur...sebenci-benci dan sejeleh-jelek apaun perlakuan yang diberikan orang tua kita,,,kita harus tetap bersyukur karena kita masih memiliki orang tua,,,dan kunjungan sosial yang dilakukan oleh pemuda remaja masjid Al-Mawaddah taas semoga bukan hanya sekedar untuk mencari citra belaka melainkan murni dari jiwa sosial yang ada,,,dan semoga juga kunjungan kita ke Yayasan Al-Ihkwan bukan menjadi kunjungan sosial yang terakhir melainkan menjadikan kunjungan pertama untuk melakukan kunjungan-kunjungan selanjutnya...mari kita bantu kawan-kawan kita lagi walaupun membantu dengan keterbatasan yang kita miliki, karna keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk memberi,,,selama memberi itu dilandasi dengan ikhlas...

Selasa, 09 November 2010

Macam-Macam Cinta "jangan macam-macam dengan cinta"


"cinta, cinta, cinta huh cinta lagi cinta lagi makang itu cinta bera itu love" perkataan itulah yang sering saya dengar ketika sedang menyinggung atau membicarakan soal cinta, sebenarnya saya ingin membantah dan berdebat terhadap orang yang mengatakan seperti itu, karna cinta merupakan bagian dari kehidupan, kalau tidak ada cinta pasti kita tidak ada di dunia ini, dengan cinta bisa membuat hidup lebih hidup, dengan cinta kita bisa mengetahui arti dari suatu kehidupan dan membuatnya penuh berwarna, intinya setiap orang memiliki cinta jadi bukan hal yang tabu jika kita membahas soal cinta (tapi kalau setiap hari bosen sih)
dalam tulisan ini saya hanya memberi batasan mengenai cinta terhadap lawan jenis (pacar,kekasih) bukan cinta terhadap ortu, cinta kepada sahabat, cinta sesama jenis, cinta terhadap negara, dan cinta-cinta lainnya. karna cinta itu sifatnya luas, saya tidak memberikan pengertiannya karna saya tahu setiap orang mengetahui apa arti cinta dan tiap orang memiliki pengertian yang berbeda mengenai cinta...saya hanya memberikan macam-macam cinta berdasarkan pengalaman dan kejadian yang pernah dialami oleh teman-teman saya,,,
  1. cinta monyet...."wah ternyata monyet juga memiliki cinta ya?" hehe tapi itu hanyalah istilah untuk menggambarkan para ABG yang sedang pacaran,,,cinta seperti ini sering melanda kaum pelajar, jangan harap mereka akan serius menjalani hubungan karena cinta menurut mereka hanyalah "iseng-iseng doang"
  2. Cinta Dalam Hati,,,"mungkin ini memang jalan takdirku, mengagumi tanpa dicintai" itulah potongan lirik lagunya band ungu dengan judul CIDAHA (Cinta Dalam Hati) , siapa sih yang gak tau lagu itu, apalagi yang sedang mengalaminya pasti lagu itu menjadi lagu pamungkasnya, hahai,,,dalam kondisi cinta seperti ini seseorang tidak berani mengungkapkan perasaan cintanya, entah dia tidak memiliki nyali untuk mengatakannya, dia merasa tidak pantas jadian atau selevel dengan pujaan hatinya, atau orang yang dicintainya itu telah menjadi milik orang lain,,,mereka berprinsip "kebahagiaannya merupakan kebahagiaanku walaupun kebahagiannya tidak didapat dari ku melainkan orang lain,
  3. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan,,,"aku cinta kamu,mau gak kamu menjadi pacar aku?" "hmm maaf ya kamu bukan tipe cowo aku,,,aku mau kita berteman aja yah" atau jawaban lainnya gini "duh maaf ya bukannya aku gak suka sama kamu, aku sayang kamu kok tapi...aku sudah ada yang punya" jiiiiiiiaaaah kacihan deh loe, pasti menyakitkan deh, karena jujur, saya juga pernah mengalaminya, bagaikan hidup udah tidak ada artinya lagi, tapi jangan patah semangat walaupun ditolak, matahari tetap akan terbit di timur artinya hidup harus tetap berjalan, lagian hidup tak selebar "daun pisang" masih banyak kok yang sedang menanti kita,,, memang telah gagal untuk mendapatkannya tapi dalam hal mengalahkan ketakutan untuk mengungkapkan perasaan kita telah dinyatakan berhasil, dan usaha kita tidak sia-sia, karena usaha kita bagaikan melempar lumpur ketembok, sekuat apapun lumpur itu dilemparkan ketembok, tembok itu takkan roboh, tapi akan membekas di tembok, walaupun usaha kita ditolak mentah-mentah tapi usaha kita akan membekas di hatinya,
  4. Cinta Lokasi...kalau mendengar cinlok pasti asosiasinya kearah para seleb (termasuk gue hehe) cinta loksi bukan hanya di tempat syuting tapi juga ditempat mana saja termasuk di tempat kerja, sekolah, organisasi,,,suatu hal yang wajar kok apabila kita menyukai teman kerja, teman sekolah, teman sekantor, karena cinta itu berkembang akibat dari suatu kebiasaan bertemu dengan lawan jenis kita, tiap hari kita melakukan hal yang sama, suka duka dilalui bersama,,,pernah gak kalian merasakan hal seperti ini "duh kenapa yah lama-kelamaan aku jadi suka sma dia padahal waktu pertama kali bertemu biasa-biasa aja tuh" itu menandakan cinta telah tumbuh dan berkembang seiring dengan kebiasaan bertemu dan melakukan hal yang sama,,,memang pada saat bertemu tidak ada perasaan sama sekali tapi dengan telah berteman dan mengetahui kepribadiaannya wajar jika cinta itu dirasakan,
  5. Cinta Pada Pandangan Pertama,,,menyukai seseorang pada waktu bertemu pertama kali,,,kayaknya bukan cinta murni deh melainkan cinta yang telah tercemari oleh "nafsu" bagaimana tidak menyukai seseorang hanya dengan melihat penampiannya saja bukan dari kepribadian, tapi ada kok yang jadian disebabkan oleh cinta pandangan pertama,
  6. Cinta Jarak jauh,,,menjalani hubungan jarak jauh ada hal positifnya juga ada hal yang negatifnya, tapi secara pribadi kebanyakan hal negatifnya yang ada, buang waktu, buang pulsa, apalagi soal kesetiaanya "cape deh berkencan hanya melalui hp, habis pulsa belaian kasihsayang gak dapat" memang sih karena teknologi yang canggih sekarang ini membuat jarak sudah tidak menjadi hambatan dalam berhubungan tapi kalau soal kesetiaan? apakah bisa menjamin? kata teman saya "gak masalah sepanjang kita saling menjaga kepercayaan" hehe berpacaran dekat dan saling ketemuan aja bisa sering bisa berselingkuh apalagi yang berjauhan,
  7. Cinta Lama Besemi Kembali,,,"CLBK nieeh" inilah akibat dari masih cinta, kalau berbicara soal cinta pasti ada kaitannya dengan mantan,,,"males ah klo bahas soal mantan",
  8. Cinta Gila,,,kalau sudah mabuk kepayang inilah jadinya, cinta gila alias cinta mati, apabila seseorang telah merasakan cinta seperti ini hidupnya semata-mata hanya urusan cinta, menyukai seseorang telah melewati batas kewajaran, walaupun pujaan hatinya telah dimiliki orang lain dia tetap ngotot untuk mendapatkannya,,,walaupun pacarnya telah memutusin hubungan dia tetap bersikukuh untuk mempertahankannya karena dia berpikir hanya dialah pujaan hatinya,,,"pernah gak mendengar orang bunuh diri hanya soal cinta?"
  9. Cinta Palsu,,,"aku cinta kamu sangat, aku sayang kamu", tapi dia mempunyai simpanan lain, kalau memiliki dua kekasih masih mendingan tapi kalau seluin? kalau dia telah memiliki suami atau istri? "monyetpun" tidak akan terima kalau cintanya diduain,,,uang saya kalau palsu tidak ada harganya apalagi cinta,,,bagi para korban cinta palsu jangan bersedih jadikan itu sebagai pelajaran, dan para pelaku cinta palsu sepandai-pandainya kalian menyimpan "kotoran" cepat atau lambat pasti akan tercium juga, kalian inilah yang sering mencederai makna cinta,
  10. Cinta Sejati,,,cinta inilah yang diimpikan oleh semua orang, cinta yang murni dari hati bukan harta dan "tiiiitiiit" bukan juga berdasarkan penampilan, latar belakang keluarga, status sosial...semua orang menginginkan mendapatkan cinta sejatinya tapi sayang sulit untuk ditemukan,,,beruntunglah bagi yang telah mendapatkannya.
itulah 10 macam cinta yang saya temukan berdasarkan baik pengalaman sendiri maupun kejadian yang dialami oleh teman-teman saya,,,sebenarnya masih banyak lagi macam-macam cinta karna kalau kita berbicara soal cinta pasti kita akan dihadapkan pada bagian dari kehidupan dan apabila air laut disulap menjadi tinta, tinta itu tidak akan cukup untuk menulis tentang cinta...

Minggu, 10 Oktober 2010

Saya Hampir Tidak Lulus Ujian Kompre…


Ujian Kompherensif merupakan ujian untuk mengakhiri studi di suatu fakultas bisa dikatakan ujian akhir untuk mendapatkan gelar sarjana…Ujian kompre sangat dinanti oleh para mahasiswa tapi juga merupakan ujian yang paling ditakutkan, bagaimana tidak, peserta ujian diposisikan dalam suatu ruangan yang tertutup, duduk di tengah ruangan dan para dosen (penguji) seakan melingkarinya kemudian akan mengkuliti otak para peserta ujian dengan berbagai macam pertanyaan dalam berbagai bidang hukum…”dusta, kalau para peserta ujian mengatakan tidak gugup…” kalau soal gugup sih itu manusiawi tapi soal ongkos ujiannya itu yang biadab! Antara illegal dan legal…kalau yang berduit sih “no problem” tapi kami…kami yang hidup di keluarga yang paspasan, kami yang status ekonominya jongkok…”huh pake istilah antar undangan segala leh” (amplop), saya pernah mengkonfirmasikan soal ini kepada salah satu dosen yang memiliki jabatan di fakultas, katanya “antar undangan itu sifatnya resmi” hmm resmi? Resmi kok harganya gak di tentukan alias terserah mau kasih berapa? Resmi kok dilakukan secara terselubung? Kenapa gak di bayar saja ke bank seperti halnya membayar SPP? Anak SD saja sudah tau kalau indikasinya kearah pungli…tapi sayang saya hanyalah mahasiswa biasa dan tidak punya bukti nyata untuk melebel terjadinya pungli…”pasrah aja deh” dengan terpaksa harus mengikuti cara mainnya…saya tidak tahu papa saya dapat uangnya dari mana “hanya ini yang papa mampu” sambil menyerahkan uangnya,,, saya tidak berani menatap raut wajahnya saat ku ambil uangnya,karena saya tidak ingin melihat air mata mengalir di wajahnya …

Dengan uang seadanya saya mengantarkan undangan kepada seluruh penguji, dan pagi itupun tiba…

Saya masing ingat jelas situasi pada pagi hari itu, situasinya sangat mencekam, menakutkan, ngeri (lebai) untuk menghilangkan nerves saya mengalihkan perhatian pada teman-teman (perserta ujian lainnya) yang sedang berfoto ria, dengan stelan kemeja putih, jas hitam dan vantofel mengkilap dengan gagahnya mereka berpose,,sebenarnya sih saya mau ikut berfoto tapi jas dan celana panjang saya kedodoran maklum hasil pinjaman,(theks neh allen punu hehe)…

Setelah beberapa temanku akhirnya tibalah giliranku untuk memasuki ruangan ujian, bagaikan seorang terdakwa yang harus menjawab pertanyaan dari hakim itulah situasinya…pertanyaan penguji pertama dan kedua saya jawab dengan mantap, tapi penguji ketiaga…sial!!! “pada waktu membawa undangan penguji tersebut telah memberiku kisi-kisi mengenai HI tapi kenapa yang ditanya mengenai hukum waris?” akhirnya dengan cara spekolasi saya menjawabnya…kemudian penguji berikutnya adalah penguji yang paling ditakutkan dialah sang pimpinan fakultas alias Dekan, dia menyerangku dengan enam pertanyaan empat diantaranya saya bisa menjawab tapi kurang memuaskan menurut si penguji dan dua pertanyaan berikut saya tidak mampu untuk menjawab dan hanya bisa terpaku membisu...pertanyaannya saya masih ingat sampai sekarang “bagaimana kloning itu ditinjau dari moral dan etika?” sungguh pertanyaan diluar jangkauanku…।saya ingin menanyakan kembali mengenai pertanyaan itu “apakah kloning untuk hewan? Atau manusia?” setahuku hanya hewan yang pernah diuji coba Kloning, tapi saya kehabisan nyali untuk mengatakannya…karna hanya bisa “ternganga” dan jawabanku kurang memuaskan, si Dekan mengatakan “Saudara keluar, ambil buku dan belajar kembali” hah belajar kembali?! Sungguh mengagetkan, dengan spontan dan setengah sadar saya mengatakan “Bu satu pertanyaan lagi?” karna ingin menunjukkan bahwa saya benar-benar telah belajar dan sekaligus ingin mengkritik kepada si penguji karna pertanyaannya sangat banyak (standartnya 3 pertanyaan) dan dengan superior yang Dekan miliki, dia mengatakan “Kamu mau coba mengatur saya?” dengan tergopoh-gopoh sayapun keluar dari ruangan…saya langsung terbayang wajah kedua orang tuaku, takut akan mengecewakan mereka…seakan ruangan itu telah mengikis keceriaanku yang membuatku tak berkutik…

Setelah itu seluruh peserta ujian masuk dalam ruangan untuk mendengar hasil keputusan kelulusan (yudisium) teman-temanku dinyatakan lulus dengan membanggakan tentunya dengan kata “selamat” dari sang Dekan…tapi giliran sang Dekan membacakan keputusan kelulusan terhadap saya, dia mengatakan “Sangat disayangkan,,,saudara Arrahyan Kadir dinyatakan…hampir tidak lulus” tertunduk dan terpaku haya itu yang bisa saya lakukan dengan berpikir pendek saya memvonis diriku sebagai seorang mahasiswa yang paling bodoh diantara teman-teman seangkatanku…kata “hampir” itu membuatku malu pada teman-temanku…tapi saya tetap bersyukur pasalnya pada detik itu saya telah memiliki gelar SH di belakang nama saya walaupun dengan predikat “hampir tidak lulus”,,,dan dengan kejadian itu membuat saya terus belajar sampai sekarang ini…

Setelah dianalisa dan dikaji secara mendalam ada bebrapa faktor yang saya temukan mengapa saya hampir tidak lulus,yakni:
  1. Saya menderita phobia dunia pendidikan…takut akan suasana yang bersifat formal/resmi, ini bermula pada saat saya masih sekolah, saya takut sekali terhadap guru-guru yang killer, pernah kejadian saya dipukuli oleh guru SMP, padahal saya tidak melakukan kesalahan (aneh) dan itu berefek pada mental saya…pada ujian kompre itulah mental penakut dan gugup saya gunakan…jangankan pengertian hukum nama sendiripun akan lupa apabila dalam keadaan gugup, hehe itu dulu “klo skarang, coba jo tes?”
  2. Pengaruh “ombong” alias amplop…rumusnya sederhana kok: “tebalnya isi amplop=mudah dan sedikitnya pertanyaan” sebaliknya “tipisnya isi amplop=sukar dan banyaknya pertanyaan”
  3. Otak kiri saya terbatas…dalam ujian kompre yang diuji adalah seluruh bidang hukum (perdata, pidana, HTN dan HI) dan juga seluruh Mata Kuliah dari semester 1 sampai semester 8, secara rasional dalam kurun waktu 3 setengah tahun mahasisiwa tidak mampu menguasai seluruh mata kuliah…kalau ada yang mampu menguasainya,boleh hadapkan pada saya hehe,,,
Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengundang simpati ataupun belas kasihan dari para pembaca tapi saya hanya sekedar mengekspresikan pengalaman saya pada suatu tulisan dan juga sekedar memberi jawaban terhadap pertanyaan teman saya “mengapa kamu hampir tidak lulus? Dan apa sebenarnya yang terjadi?”…tulisan ini sama sekali tidak bertujuan untuk mengotori bekas “almamater” saya , karna saya yakin almamaternya tidak salah hanya orang-orang yang “menggunakan almamaternya” itu yang mentalnya pengemis…kalau saya mengkritik itu sah-sah saja karna saya sangat merindukan perubahan di almamater bekas saya menimba ilmu, tapi kalau saya dituding mencemarkan nama baik almamater saya…saya tidak akan terima karena unsur pasal 27 ayat 3 UU No। 11 Tahun 2008 mengenai ITE tidak Nampak pada tulisan ini…

Buat teman seangkatanku apabila kalian menjadi Dosen, Pengacara, Jaksa, Hakim, Polisi,,jalanilah profesi kalian dengan dilandaskan pada iman dan moral karna zaman sekarang uang adalah salah satu alat penggoda yang mujarab…”pantas gak yah,tukang ojek memberikan nesehat hehe”

“duh bingung mau akhiri tulisan dengan kalimat apa,,,yah maklum penulis pemula” tapi OKlah saya akhiri tulisan ini dengan suatu Adigium yang sudah tidak asing lagi,,,”nullum delictum, nulla poena sine praevia lege poenali”

Jumat, 08 Oktober 2010

Jadi tukang ojek…kenapa harus malu?


Saya jadi teringat pernyataan dari mas penjual bakso…”masalah orang Manado dalam hal pekerjaan kalau gak malas pasti gengsi”…saya langsung termenung dan mencerna pernyataan itu…”tapikan gak semua orang manado malas dan gengsi?” bantahku dalam batin…mas hanya menggeneralisir suatu kondisi yang terjadi…tapi setelah di renungkan dalam-dalam ternyata pernyataan itu ada benarnya juga, karena banyak orang luar yang mencari nafkah di kota Manado (tukang bakso, sol sepatu, pedagang asongan dll), rata-rata penjual bakso di panggil mas (walaupun tidak semua berasal dari jowo) dan coba deh kalau anda mampir di pasar bersehati pasti anda akan mendengar dan merasakan atmosfir logat suatu daerah tertentu (gorontalo) hehe “saplima rica” …terus orang manadonya di mana? Males atau gengsi bekerja seperti itu? Hahai tidak perlu di jawab…

Beranjak dari pernyataan itulah kemudian saya menjadi tukang ojek, rasa gengsi khas anak manado saya buang jauh-jauh…bisa dikatakan sekedar memanfaatkan fasilitas yang ada (walaupun motor milik sebe) ditamba hobi saya jalan-jalan memantapkan saya jadi tukang ojek dan saya merasa tidak terbebani sama sekali…

Tetapi profesi tukang ojek selalu dipandang sebelah mata terutama oleh teman-teman saya, mereka sering menyebutku SO alias Sarjana Ojek, ada juga SH alias Sarjana Harian dan kata-kata itu selalu diiringi dengan tawa yang menghina!!

Apakah serendah itu tukang ojek?!

Sehina itukah, sehingga patut untuk ditertawai?!

Tidak sama sekali kawan!!! Tukang ojek lebih mulia daripada pejabat yang korup…tukang ojek lebih bermartabat dari seorang pelacur dan tukang minta-minta!! Selama pekerjaan itu halal dan tidak merugikan orang lain, lakukanlah!! Lagian saya tidak hidup dari perkataan orang lain, terserah apa pendapat kalian tentang tukang ojek…

Hari demi hari pekerjaan “jasa antar” saya lakoni dan pada fase seperti inilah saya mendapat suatu gelombang empati luar biasa terhadap penderitaan dan kehidupan orang lain (para tukang ojek), dan bisa dikatakan inilah subtansi dari tulisan ini,,,sebenarnya pekerjaan ngojek yang saya lakukan hanya sekedar kesenangan bukan profesi karena uang hasil dari ngojek saya gunakan hanya untuk berfoya-foya, jalan sama teman, beli rokok, untuk jajan, pokoknya untuk heppylah…tapi berbeda dengan para tukang ojek lainnya dimana pekerjaan itu telah mendarah daging sejak dahulu dan memposisikan ojek sebagai profesi mereka…mereka menyambung hidup, menafkahkan keluarga, menyekolahkan anak mereka hanya dengan mengandalkan hasil dari ngojek…jika dibayangkan saya hanya bisa menghela nafas…penghasilan tidak menentu, musim hujan, hari libur bagaikan bencana bagi para tukang ojek apalagi faktor keamanannya…pasti kalian sering menangis atas hal itu, hanya tukang ojek yang bisa merasakan penderitaan tukang ojek. Tapi jangan berkecil hati kawan!!! Sekeras apapun profesi tukang ojek, derajat dan martabatnya setara dengan profesi lainnya karna ada tukang ojek yang bertitel Sarjana Hukum…