Komunikasi merupan suatu hal yang penting dalam kehidupann manusia, dimana dengan komunikasi kita bisa menjalin hubungan yang baik, menumbuhkan keakraban baik bahkan mampu menyelesaikan masalah, baik dengan orang tua, saudara kita, teman, sekaligus “musuh kita”…tapi dengan komunikasi bisa membuat suasana berbalik menjadi suatu yang negative,,mengapa?? Komunikasi yang tidak baik, dan yang tidak patut membuat arti komuniksi tercemar,,kadang orang mengeluarkan kata-kata yang tanpa sadar telah melukai perasaan lawan bicara, ada juga orang yang di setiap pembicaraannya dan kalimatnya selalu terselip dan diakhirir dengan kata-kata yang tidak patut dan mengandung unsure makian,misalnya “kuda bendi”,” pe mama”, segala macam hewan yang ada di kebun “binatang” ,”setan” yang berada di neraka, dan jenis-jenis alat reproduksi manusia, sungguh sangat di sesalkan..ucapannya kadang di sengaja dan juga kadang tanpa disadari yang telah menjadi suatu kebisasaan dan dinilai oleh sebagian orang merupakan suatu yang lazim tapi sebagian orang juga memposisikan kedudukan orang yang berkata kotor dalm derajat yang paling rendah..
Saya teringat pada waktu masih duduk di bangku SMK, dimana pada masa itu bisa dikatakan masi terjebak dalam “lembah kegelapan” , ucapan saya sangat tidak terkontrol sesering ucapan makian yang tak disadari keluar dari mulut tak berdosa ini,,pada suatu waktu kata-kata yang tidak terdidik itu terdengar oleh guru olahraga saya dan sayapun diadili di ruang guru yang membuat diriku terpojokkan, penyesalan yang luar biasa keluar dari ekspresi wajah saya, merasakan rendahnya diri saya. dan membuat saya geram pada pengintrogasian dan pembinaan yang sesekali guru olahraga saya menyinggung orang tua saya yang notabanenya sebagai guru agama….
Suatu hal yang dewasalah apabila kita berkomunikasi dengan mengeluarkan kata-kata dengan memperhatikan kondisi perasaan lawan bicara, tapi toh masih banyak orang yang sering menyakiti perasaan orang lain sekalipun orang itu berpendidikan, terhormat, memiliki kedudukan, orang tua, terpelajar dan lain-lain..ada beberapa kata yang membuat teman saya yang dalam seminggu tidak ingin berbicara dengan orang yang mengatakan kepadanya “itu sih DL!! (derita loe)” kata-kata itu bagaikan suatu bencana alam yang menguburkan karakternya, merasakan malaikat maut yang sedang menghampirinya, perasaan cinta yang dalam sedetik berubah menjadi kebencian yang hakiki, dan yang paling tragis lagi membuat dirinya mengalami hypertensi tingkat tinggi (sory kawan agak sedikit melebai,hehehhe)..selain itu ada juga perkataan kalimat yang apabila orang mendengarnya langsung mengetahui bagaimana kepribadian seseorang, kalimatnya gini: “kalian datang hanya mau mengatakan itu? atau ada maksud lain?” perkataan yang berbentuk kalimat tersebut memberikan makna yang berdampak pada suatu hal yang negarif contohnya kata “hanya” memberikan makna sesuatu yang hanya sepele atau tidak penting padahal orang yang datang padanya itu memberikan informasi yang sangat penting baginya yaitu teman sekampusnya mengalami kecelakaan dan meninggal, kemudian “maksud lain” mengartikan orang yang datang memberikan info kepadanya “memaksa” untuk memiliki tujuan lain padahal gak ada maksdud apa-apa…(kalau menjalin hubungan silaturahmi harus memiliki maksud?hehe). saya juga pernah mengatakan tanpa berfikir seribu kali pada temannya “ih jangan GR” yang membuat hatiku sangat kacau,.mengapa hatiku sangat kacau?? karena meletusnya balon hijau..(klo yang ini gak mau diceritain ah..hehe),,ada juga ucapan “mati kasana!!”,,“dasar gak ada gunanya” ,, ”nafsu? Talang bom!!”,,dan masih banyak lagi perkataan atau ucapan yang membuat perasaan menjadi negative apalagi jika ucapan itu keluar dari mulut orang yang kita cintai baik orang tua, teman, saudara, calon pacar dan kekasih,,,sungguh sangat menyakitkan.saya teringat oleh suatu pepatah yang mengatakan “ada dua hal yang tak akan pernah kembali: waktu yang telah berlalu dan ucapan yang telah di lontarkan” tak kalah pentingnya juga jargon dari suatu iklan “mulutmu harimaumu” ada juga potongan lirik lagu “lidah tidak bertulang” dan ada juga pepatah yang sangat tidak jelas “Wahormu membunuhku”…
Tulisan ini hanya mengingatkan kembali bahwa belajar berkomunikasi dengan baik merupakan salah satu penunjang keberhasilan kita, mengeluarkan perkataan harus dilandasi dengan sikap empati terhadap lawan bicara, dengan begitu akan menuaikan kedamaian hati….kesalahan yang kita buat terhadap orang lain dengan cara mengeluarkan perkataan yang tidak semestinya, bisa kita tebus dengan jalan melakukan komunikasi dengan baik, dengan cara yang santun, elegan, dan ramah yang menjauhi kita dari kebencian hati dan mencegah kawan menjadi lawan… jadi ingat!! PerkataanMu cerminan kepribadianMu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar