Jumat, 30 Oktober 2009

LISTRIK PADAM?? “ALLHAMDULILLAH”

Pada saat memainkan keyboard komputuer dengan kecepatan jari yang menggunakan level tinggi ditamba menggunakan teknik penggunaan “sebelas jare”, sambil menyaksikan lagu kesayangan membuat saya merasa tidak terbebani dalam menyusun skripsi dan saya sangat menikmatinya, kata demi kata, kalimat demi kalimat sampai tersusun berbagai paragraph telah saya lalui tapi setelah memasuki bab selanjutnya tiba-tiba……”tek” kekelapan datang tak diundang menghampiri ku, rumahku, kampungku dan di berbagai belahan bumi lainnya (uugh padahal cuma berapa kampung),,tubuhku bak disambar halilintar yang maha dasyat, sunami yang menggulung padi-padi yang mungil, gempa yang membelah jiwa dan merobohkan raga, gemuruh ombak yang seakan ingin menghancurkan kokohnya batu karang, dan bak angin puting beliung yang kepanasan yang meminta “dikipasin” (kayaknya berlebayan yah?? Hehhe)….Tapi itulah realita dan sikon yang terjadi akibat dari krisis energy listrik,,,,lumpuh,,,, tak berdaya,,,,, kebutuhan listrik pada zaman FB sekarang ini menjadi prioritas utama selain kebutuhan “makan”. Selain kisah saya yang sedang menyusun skripsi dan tiba-tiba “lampu die” dan mujurnya belom di “save”, memang sangat mengharukan (jadi pengen ketewa), ada juga kisah dari para sinetron holik yang sedang menonton dan terhanyut dalam scenario cinta, para gamers yang sedang adu kehebatan, face bookers yang sedang mengkomen mantannya, incarannya atau selingkuhannya (“sapa kang? Ah ga mau ikut campur,,hehe”) ada yang sedang mengetik tugas kantor, para kuliahan sedang membuat tugas dan masi banyak lagi aktivitas dimana listrik memegang peranan penting,,dan pada saat listrik padam timbulah reaksi yang bisa mendeteksi mentalitas seseorang,,teriakkan,hujatan, bahkan makian yang tertuju pada salah satu perusahaan milik Negara yang bergerak di sektor perlistrikkan,,kemarahan, kegelisahan, kebencian, kegeraman dan yang paling ironis ada yang sampe ketakutan (phobia gelap? Ato tako setang? Duuh sapa kang? Kayaknya gue deh hehe) itulah ekspresi yang nongol di wajah orang yang sedang mengalami kekecewaan karena PLN telah berselingkuh dan membuat mereka menanti kebangkitan “lampu” yang sedang mati suri…
Tapi di balik penderitaan itu semua terdapat suatu berkah anugrah yang luar biasa, baik dari pengusaha genset, penjual lilin dan perusahaan “lampu botol” menyambut gembira akan kegelapan,,tapi yang jadi pertanyaan apakah hanya pedagang dan pengusaha yang menjual produk penerangan saja yang bersyukur?? Yang Lainnya gimana?? Tentunya harus bersukur dong,,,gimana tidak,seharian kita melakukan aktifitas dan hanya mengurusi urusan masa depan dan lupa dunia lupa waktu,,dan pada saat listrik padam, inilah moment dimana kita berkumpul dengan keluarga, nongkrong dengan teman-teman, beristirahat, bisa merasakan nuansa era 50an, berempati terhadap teman-teman yang berada di wilayah yang belum tersentuh “tiang listrik” dan belum bisa menikmati terangnya malam, dengan kegelapan bisa membuat suasana menjadi sangat romantis saat bersama kekasih dengan diterangi bintang dan bulan yang diselimuti kegelapan hangat (eheem, so sweet, romentic, bombastic, yeaah,,hehe jadi keingat dia) ,,dan tidak kalah pentingnya dijadikan momen perenungan untuk menikmati hidup pada hari sekarang ini dan detik ini!! kadang-kandang kita berfikir pada masa lalu dan membawa kita seakan hidup disana,,merencanakan sesuatu untuk masa yang akan datang yang penuh dengan ketidak pastian ,,sungguh sangat menyiksa,,dengan gelapnya dan keheningan malam bisa di jadikan ajang intropeksi diri untuk meningkatkan kualitas hidup dengan cara menatap dan belajar dari lilin kecil yang “meleleh” demi menerangkan hati yang sedang sedih..tulisan yang berlebaian, dramatis pisan, dan tidak berbobot ini lahir atas bantuan “Lampu botol yang dekil” yang membuat saya sadar akan arti hidup ini, tetap mensyukuri apapun yang saya miliki dan dalam situasi dan kondisi apapun yang terjadi tetaplah bersyukur walaupun suatu kepahitan yang dialami, listrik boleh saja padam tapi pikiran dan hati kita jangan sampai padam, so..listrik padam?? “Allhamdulillah”
-My live is the game